Kamis, 22 September 2011

Kasih Sayang Seorang IBU

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab, "Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, "Aku tidak ingin seperti Ibu."

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, "Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, "Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

(Sumber : http://www.iphincow.wordpress.com/2010/12/22/kasih-sayang-seorang-ibu/)

Senin, 19 September 2011

Bahasa Cermin Kepribadianmu

Hari itu masih pagi, saya menggunakan angkutan umum menuju tempat kerja di daerah Menteng. Di atas angkutan umum saya mendengar kondektur berkata kepada seseorang, “bangsat lo!”. Dalam hati saya berkata, “Wah, pagi-pagi sudah dengar kata yang tidak baik”. Singkat kata, saya pun tiba di tempat kerja.







Seperti biasa, saya menjalankan aktivitas kerja. Siang hari, ketika jam istirahat, saya menuju wc. Di lapangan anak-anak sedang asyik bermain berbagai jenis permainan. Ada yang bermain futsal, ada yang main basket, ada yang berkerjar-kejaran, ada yang asyik makan makanan ringan dan ada juga yang santai ngobrol. Sepulang saya dari wc menuju ruang guru,  saya menangkap percakapan anak, “goblok lo!”. Kemudian disahut temannya, “lo yang goblok, lo kejar dong bolanya!”. Saya pun berlalu dan tidak tahu apa kelanjutan percakapan itu. Dalam hati saya berkata, “wah, di sekolah saja yang nyata-nyatanya adalah dunia pendidikan terdengar kata yang tidak baik, bagaimana di tempat lain”.
Hari itu aktivitas kerjapun berakhir. Biasanya saya pulang kerja sekitar jam 3 sore. Karena tadi pagi, saya berangkat dengan angkutan umum, sore itu pun saya pulang menggunakan angkutan umum. Seperti pada hari kerja pada umumnya, pagi dan sore merupakan jam padat penumpang. Tetapi syukur karena jam 3 sore penumpang belum sepadat ketika jam 4 atau jam 5 sore. Di tengah perjalanan saya naik angkutan umum sembari diserang rasa ngantuk berat, tiba-tiba saya mendengar teriakan dari luar angkutan umum, “dungu lo, goblok, kurang ajar! Berhenti di pinggir dong!”.  Saya menoleh keluar dan melihat seseorang pengendara motor memainkan gas motornya. Lagi-lagi saya berkata dalam hati, “wah...sepertinya kata-kata tidak baik ini akan menjadi sarapan tiap hari”.
Tidak lama kemudian, saya tiba di persimpangan jalan menuju rumah. Setelah turun dari angkutan umum saya masih berjalan sekitar 100 meter untuk sampai di rumah. Biasanya setiap sore hari di depan rumah sudah ramai anak-anak bermain bola. Saya pun tiba di rumah. Sebelum masuk rumah saya duduk sebentar di teras untuk menghilangkan penat diiringi derai tawa anak-anak yang sedang bermain bola. Tidak lama kemudian saya mendengar kata yang tidak sopan dari riuh anak-anak dengan menyebut nama binatang, kotoran manusia, bahkan alat kelamin. Saya kaget dan tersenyum sinis sambil menggeleng kepala. Dalam hati  saya berkata, “wah...apalagi ini! kok kata sekotor itu bisa diucapkan oleh anak seusia mereka”. Sayapun masuk rumah.
            Itulah sepenggal pengalaman tentang potret berbahasa generasi belia bangsa ini. kondisi ini merupakan sebuah cermin buram dari genersi muda bangsa ini. dengan kondisi ini pantaslah pertanyaan ini kita refleksikan bersama, “apakah kita masih pantas dikatakan bangsa yang santun dan beradab? Bangsa kita lama mengenal peribahasa, “bahasa menunjukkan bangsa”. Peribahasa tersebut mengandung makna bahwa tabiat seseorang dapat dilihat dari cara bertutur kata mereka. Kesopansantunan seseorang menunjukkan asal lingkungan dan keluarganya. Bahasa yang sempurna menunjukkan peradaban yang tinggi dari bangsa pemilik bahasa tersebut.
          Menurut Keraf (1980) fungsi bahasa adalah sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, alat komunikasi, alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, dan alat untuk mengadakan kontrol sosial. Dengan begitu, bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri dipergunakan untuk mengkespresikan segala sesuatu yang tersirat di dalam pikiran dan perasaan penuturnya, sementara ungkapan pikiran dan perasaan manusia dipengaruhi oleh dua hal yaitu oleh keadaan pikiran dan perasaan itu sendiri. Sedangkan bahasa sebagai alat komunikasi bermakna bahwa bahasa mempunyai fungsi sosial dan fungsi budaya. Dari pengertian tersebut semestinyalah bahasa yang kita gunakan atau kata yang keluar dari mulut kita adalah hasil dari kesadaran pikiran dan perasaan. Dengan kata lain, bahasa yang kita gunakan merupakan cermin pribadi kita. Jika kita tidak menganggap bahasa itu penting, alias yang penting asal ngucap, asal bunyi, asal bicara, dan asal mengungkapkan, kita adalah orang yang egois.
Para ilmuan psikologi sudah lama menyakini bahwa menyempurnakan kemampuan bahasa, kemampuan verbal menyampaikan pendapat dan pikiran tanpa menimbulkan multitafsir adalah cermin perkembangan kepribadian diri yang semakin membaik. Para ilmuan psikologi ini mengatakan bahwa ada kaitan antara kecerdasan berbahasan dengan kematangan pribadi seseorang. Semakin matang pribadi seseorang maka semakin baik kemampuan berbahasanya. Sebaliknya, kepribadian yang buruk akan tercermin dalam bahasanya yang buruk pula. Rumusan ini  dikenal dengan rumusan metode penguasaan linguistik sebagai unsur perkembangan pribadi.
Kembali pada cerita pada awal tulisan ini. Kata-kata tidak baik yang terlontar dari orang-orang yang penulis temui di jalan tidak begitu saja mereka ketahui. Mereka mendapatkan kata itu dari lingkugan sekitar tempat mereka bergaul dan dari keluarga mereka. Usia anak-anak sampai remaja adalah usia yang membutuhkan model hidup. Mereka akan mencontoh orang dewasa di sekitar mereka. Jika dalam keluarga dan lingkungan mereka sering mendengar kata-kata yang tidak benar, mereka juga akan melakukan hal yang sama. Demikian juga sebaliknya, jika anak-anak dan remaja melihat dan mendengar orang dewasa melakukan dan mengatakan yang baik, mereka juga akan mencontohnya.
Kita perlu merasa khawatir jika pengalaman di atas sudah merambah di lembaga pendidikan (sekolah). Bagaimana pun juga, lembaga pendidikan merupakan suatu wadah yang ikut berperan dalam pembentukan karakter atau pribadi orang-orang yang terlibat di dalamnya, khususnya peserta didik. Dari segi afektif, mereka diajarkan berbagai macam nilai-nilai kehidupan yang diharapkan dapat mengakar dalam kehidupan dan pribadi mereka. Dengan begitu, pada masa pencarian jati diri, mereka dapat belajar menentukan yang baik dan buruk, salah dan benar. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan citra diri atau karakter pribadi. Maka dari itu, masyarakat sekolah, terutama tenaga pendidik sebagai figur teladan hendaknya mampu membimbing dan memberi contoh tutur kata yang baik sebagai cermin pribadi yang baik pula.
Selain itu, media televisi juga menyumbang pengaruh berbahasa yang tidak baik bagi anak-anak dan remaja. Jika kita memperhatikan media televisi kita, tidak terhitung tindakan dan perkataan yang tidak baik dipertontonkan kepada anak-anak dan remaja. Dengan demikian, media televisi menjadi salah satu tantangan dalam membentuk generasi muda yang santun dalam berbahasa.
Dan akhirnya, untuk menjadi pribadi yang baik yang tercermin dalam berbahasa yang baik pula tidak terjadi seketika seperti membalikan telapak tangan. Untuk menjadi pribadi yang baik membutuhkan proses dan dukungan banyak pihak. Yang pertama harus kita sadari bahwa kita dilahirkan dengan berjuta potensi. Kesadaran ini harus melahirkan motivasi untuk menjadi pribadi yang baik. Motivasi yang baik ini akan mendorong kita melakukan hal-hal yang baik pula. Dalam proses menuju pribadi yang baik ini kita akan bertemu dengan berbagai pengalaman yang harus kita saring. Pribadi yang baik akan tercermin lewat berbahasa dan bertutur kita. Sudahkah kita menjadi pribadi yang baik?
(Sumber :  http://mywina4me.blogspot.com/search?updated-max=2011-08-08T01%3A08%3A00-07%3A00&max-results=7)

Rabu, 14 September 2011

99 Fakta Unik Dunia (Jilid 1)


Halo! Edisi pertama ini aku mau beritahu (bukan beri tempe ya...) tentang 99 fakta unik di dunia yang ada dalam empat seri, sekarang seri pertamanya. Bukan tidak mau kasih tahu banyak semuanya, maksudnya biar penasaran banget gitu... :) Ya sudahlah (kok mirip lagunya Bondan prakoso ft. Fade 2 Black, ya??) silakan mampir yah... Udahan ah, nanti ke-lebay-an malah bikin ngantuk lagi...
(NB : Sebenarnya ada 100, tapi ada fakta yang mengandung kata-kata yang tidak sopan, jadi dikurangi satu)   

Simak baik-baik, ya!
  1. Sebelum Mashi (SM) bahasa Inggrisnya B.C. (Before Christ), tapi kalau Setelah Masehi (M) Bahasa Inggrisnya (walaupun kata ini bukan dalam Bahasa Inggris) adalah A.D. (Anno Domini).
  2. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari enam-ribu gigi setiap tahunnya, dan gigi barunya akan tumbuh dalam waktu relatif cukup singkat, satu-hari alias 24 jam.                                              
  3. Julius Caesar (klik untuk melihat profil lengkapnya) meninggal dengan 23 tikaman.                                 
  4. Merk Mobil Ternama "Nissan" berasal dari Bahasa Jepang ("Ni" = dua, "San" = tiga) yang artinya adalah dua puluh tiga (23).                       
  5. Jerapah dan tikus dapat bertahan hisup lebih lama tanpa air daripada unta.
  6. Perut memproduksi lapisan lendir setiap dua minggu sekali supaya perut tidak mencerna organnya sendiri.
  7. Semut dapat memngangkat beban lima-puluh kali berat tubuhnya.
  8. Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) ditulis di atas kertas mariyuana.
  9. Titik di atas huruf i kecil disebut "tittle" (katanya Wikipedia).
  10. Sebutir kismis (tahu kan?, kalau tidak tahu klik disini...) yang dijatuhkan kedalam sampanye (bir/minuman keras) akan naik-turun dalam gelas tersebut.
  11. Benjamin Franklin (Cekidot nih buat yang mau tahu lagi, klik disini)  adalah seorang anak bungsu dari kedua orang-tua bungsu dan keturunan ke-5 dalam keluarga bungsu. (Ngerti, nggak?)
  12. Triskaidekaphobia (triskaideka adalah kata dalam Bahasa Latvi / bahasa yang sering dipakai di negara Latvia, dekat Swedia, Benua Eropa bagian utara) adalah ketakutan luar biasa (fobia) pada angka 13. 
  13. Paraskevidekatriaphobia adalah ketakutan luar biasa alias fobia pada Hari Jumat Tanggal 13 (bisa terjadi antara 1-3 kali dalam setahun).
  14. Di Italia, 17 adalah angka sial. Di Jepang, angka sial yang sering dipercayai adalah 4 (terbukti dalam Mal Plaza Semanggi, Jakarta didalam mal itu tidak ada lantai 4, tapi lantai 3A. Jadi susunannya adalah B, GF, F, UF, 1, 2, 3, 3A, dst -kalau tidak salah urutannya...- Tapi itu 'kan angka 4 adalah angka sial bagi Jepang. Kok di Indonesia diterapkan, ya? #bingungdanmikir)
  15. Lidah jerapah kurang lebih 10 kali lebih panjang dari manusia. Lidah manusia kurang lebih 5 cm, sedangkan lidah jerapah kira-kira 50 cm.
  16. Mulut menghasilkan 1 liter ludah setiap hari (berarti kalau satu bulan ada 30 liter? Wow!).
  17. Kita secara sadar maupun tidak sadar bernapas kira-kira 23.000 kali seharinya.
  18. Yang suka buat e-mail (electronic mail) mungkin sering menjumpai kolom berisikan ZIP/Postal Code. nah, ZIP alias Kode Pos dalam Bahasa Indonesia kepanjangannya adalah "Zoning Improvement Plan".
  19. Minuman bikarbonat "Coca-Cola" mengandung Coca (zat aktif pada kokain) seperti namanya dari tahun 1885 sampai tahun 1903. Berarti Coca-Cola mengandung Coca selama 18 tahun.
  20. Rata-rata kita berbicara tanpa disadari adalah sebanyak lima ribu kata tiap hari (walaupun 80%-nya kita berbicara pada diri sendiri alias ... *jawab sendiri*) 
  21. Seandainya kuota (batas tertinggi pada sebuah benda, maupun elemen) air dalam tubuh manusia berkurang hanya 1% saja, secara tidak langsung kita akan merasa kehausan (Lha, terus yang puasa gimana dong?)
  22. Keempat simbol Raja (King) pada kartu remi melambangkan empat Raja yang tenar di zamannya masing-masing. Untuk sekop = Raja Daud, keriting = Alexander Agung (Alexander the Great), hati = Raja Charlemagne (Raja Prancis), dan untuk wajik (Diamond) = Julius Caesar
  23. Seumur hidup kita meminum air sebanyak kurang lebih 75.000 liter.
  24. Setiap orang (entah kembar identik, maupun kembar siam) selama-lamanya pada sidik jari tidak ada yang sama. Dengan kata lain, tidak ada yang sama persis di muka bumi ini.
  25. Pria kehilangan 40 helai rambut tiap hari, dan wanita kehilangan rambut hampir dua kali lebih banyak (yaitu 70 helai) setiap harinya.


Dah, segini dulu deh, kapan-kapan dilanjutin. Pokoknya nunggu sampai penasaran banget, baru deh di terbitkan. Ssssttt, postingan berikutnya seru banget deh! Eh, tapi lihat dulu, nih Galeri Foto dibawah ini.... Cakep-cakep 'kan?!

GALERI FOTO
Gambar untuk fakta ke-2
Ikan Hiu
















Gambar untuk fakta ke-3
Julius Caesar




















Gambar untuk fakta ke-4
Logo Nissan

















Gambar untuk fakta ke-5
Jerapah

















Gambar untuk fakta ke-7
Semut




















Gambar untuk fakta ke-8

Deklarasi Amerika Serikat







































Gambar untuk fakta ke-10 
Kismis

















Gambar untuk fakta ke-11
Benjamin Franklin
















Gambar untuk fakta ke-15
Lidah Jerapah yang Panjang

















Gambar untuk fakta ke-19
Minuman Bikarbonat "Coca~Cola"


















Gambar untuk fakta ke-22

Keempat Kartu "King" dalam Kartu Remi Ternyata Sungguhan 

Gambar untuk fakta ke-24

Sidik Jari
















Gambar untuk fakta ke-25
Kerontokan Rambut Pria dan Wanita Berbeda
( Jangan dilihat modelnya, lihatlah rambutnya... :D )
Part 1 of 4, to be continued ...